Entri Populer


widgets

Senin, 21 Januari 2013

Oh… Gempa Terjadi Lagi




            Pada saat pagi yang cerah, mata yang sedang tertutup, dan badan ku masih terbaring di atas tempat tidur. Terdengar suara Kakak Irsah menyuruh kami semua keluar dari rumah. “ Bangun! Cepat!!!” katanya. Dengan rumah bergoncang, tempat tidur bungyinya sangat riuh, dan teman-teman yang berlari kesana, kemari. Tidak sempat lagi aku mengambil kerudung yan inain aku pakai. Akhirnya aku jhanya mengambil selimutKu yan warna kuning.
            Kenapanya gempa ini bisa terjadi ya…?. Sepertinya gempa terjadi pada jam 5. 22, pagi. Sewaktu saya keluar dari kamar melihat teman yang sama sekali tidak memakai baju, hanya memakai tentop dan celana panjang. Hanya beberapa orang saja yang memakai baju. Sebagian teman saya sudah pergi ke mushola. Pada saat terjadinya gempa, ngaji-ngaji yang ada di kampun orange langsung berhenti. Sepertinya, gunung Seulawah yang ada di Saree, tidak lama lagi akan meletus.
            Mudah-mudahan warga di sana baik-baik saja. Dan mudah-mudahan mereka mulai waspada terhadap gunung merapi yang ada di Saree. Seandainya saja gempa ini kencang, ingin rasanya aku kembali menemui ayah, dan adikKu yang ada di kampung. Karena tidak ingin kehilangan keluarga yangku sayangi. Karena ibu telah pergi jauh dari aku.
            Mudah-mudahan, gempa yang pernah terjadi 2004 tidak terulang lagi. Biarpun pagi ini gempanya hanya kecil, tapi tetap saja saya takut dengan gempa yang barusan terjadi tadi pagi. Dayah Pesantren Baitul Arqam, pasti juga terkena abunya. Ya Allah mudah-mudahan di kampungKu tidak terjadi apa-apa. Amin….Do’akan ya teman-teman, agar kita selamat dari bencana alam.

Kunjungan Pesantren Baitul Ar-qam ke Kantor Berita Antara


19/12/2012, hari rabu pesantren Baitul Ar-qam mengunjungi kantor Berita Antara, di Lampineung(Aceh Besar). Santri Baitul Ar-qam yang datang ke Kantor Berita Antara , berjumlah 9 orang. Serta Ustad mereka dan pimpinan dayah Pesantren Baitul Ar-qam. Kunjungan ini Pesantren Baitul ar-qam ingin bersilaturahmi dengan wartawan-wartawan yang ada di Kantor Berita Antara. Sesampai di sana banyak yang mereka jelajahi.
Banyak yang di lakukan oleh Pesantren Baitul Ar-qam. Di antaranya mereka bertanya tentang pelajaran jurlalistik. Sesampai di Kantor Berita Antara, mereka bertanya kepada Bapak Heru Dwi. Tentang bagaimana menulis dengan rapi, dan agar banyak di baca oleh masyarakat umum. Wartawan-wartawan yang ada di sana juga bertanya tentang pelajaran Jurlanistik kepada kepala dayah Pesantren Baitul Arqam, Mulyadi Nurdin LC.
Wartawan yang bernama Azhari, bertanya kepada Mulyadi Nurdin. “Mengapa sekolah bapak memilih pelajan Jurnalistik sebagai pelajaran unggulan di pesantren Baitul Ar-qam”. Kemudian Kepala Dayah Baitul Ar-qam menjawab “ Karena dengan menulis semua masyarakat banyak tau tentang informasi,dengan cara membaca”.
Ternyata menjadi wartawan itu banyak yang di ambil hikmahnya. Dan jadi wartawan juga tidak boleh mennyebarkan tentang berita-berita yang bohong atau pun yang tidak ada terjadi dalam suatu kejadian.(..)