Entri Populer


widgets

Senin, 20 Mei 2013

Resensi Buku "Happy Feet"



Resensi Film
Judul Film: Happy Feet
Dalam sebuah kata-kata mutiara, atau pun kata-kta yang sering kita dengar dalam bahasa Arab adalah Makhfuzhat. Yang berbunyi dalam bahsa Arab tersebut” Laa taj ta kir midunika Falikuli syaiin Mazjiyah” . Yang artinya,  Janganlah kamu menghina orang yang lebih rendah dari pada kamu, karena setiap orang mempunyai kelebihan”.
            Bukan kah isi dalam kata-kata mutiara tersebt sangat mengagumkan. Dalam isi film tersebut, kita bisa mengambil hikmah yang sangat banyak. Film ini diperankan oleh para hewan yang sangat unik, yaitu penguin. Pinguin tinggal dan berkembangbiak di daerah kutup. Perkembangbiakan penguin sangat berbeda dengan binatang lainnya, perkembangbiakan penguin lebih unik .
            Pada suatu saat perkawinan  Norma jean (betina), dan Memphis (jantan), semua para pinguing bernyanyi dengan sama-sama, dengan suara yang sangat merdu. Di film ini tersimpun apa bila salah seorang penguin tidak bisa bernyanyi bukanlah penguin namanya.
            Pada saat musim salju para pinguing betina, memberikan telurnya kepada  jantan, agar dapat lebih dilindungi. Sangat unik bukan? Biasanya para hewan memberikan anaknya kepada sangbetina, tetapi kali ini sangat berbeda. Memang begitu perkembangbikan  para pinguing.
            Pada saat musim salju tersebut, mereka para penguin menenggelamkan diri ke laut, mereka bisa mencari makanannya disana yaitu ikan . Pada saat penguin berenang  tidak disadari bahwa MMemphis (jantan0 menjatuhkan telurnya, tanpa sengaja. Ia sangat khawatir atas telurnya yang ia jagakan tersebut, kerena telur tersebut adalah anaknya juga di kala nantinya menetas.
            Pda saat musim panas tiba, semua penguin jantang kembali ke rawan mereka. Para pinguing akan menunggu saatnya telur yang ia miliki akan segera menetas. Akhirnya dengan serentaknya para telur pinguing menetas. Tetapi ada satu salah pinguing yaitu Memphis yang sangat lama telurnya menetas. Ia sangat kebingungan dengan keadaaan tersebut, dan juga sangat sedih. Karena, para pinguing semuanya sudah menetaskan telurnya.
             Tanpa herannya juga, Memphis juga sangat senang, dikarenakan telurnya sudah menetas. Para pinguing pada saat itu akan menunggu istri mereka, begitu juga dengan anak-anak mereka yang belum melihat ibunya. Mereka menunggu dengan penuh kegirangan.
            Norma Jean dan juga Memphis, memiliki anak seseorang lelali, ia memiliki kekurangan yang sangat prihatin. Ia tidak bisa menyanyi, padahal Ibunya Norma Jean mempunyai suara yang sangat merdu. Guru yang mengajarkan mereka bernyayi juga heran kepada Mumbela, karena gurunya tidak pernah mengajarka para pinging gagal untuk mengajarkan bernyanyi.
            Norma Jean dan Memphis, sangat sedih dengan berita yang baru saja didengarnya oleh Gurunya. Bahwa gurunya tidak bisa mengajarkannya bernyanyi. Tetai Mumbela tidak pernah putus asa, biar sekalipun para pinguing menertawaknnya, dan heran melihat Mumbela yang tidak bisa bernyanyi. Ia hnaya bisa menerai dengan kakinya. Tetapi ia merara sangat bangga.
            Pada saat santapan para pinguing habis lenyap, yaitu ikan. Para pinguing kebingungan “ Siapak Dan ternyata manusia lah yang telah mengambil makanan mereka. Mumbela, dan para temannya segara pergi, untuk mencari tahu siapakah yang telah tega mengambil makanan mereka. Tetapi para pinguing tetap saja meremehkan Mumbela. Tetapi Mumbela tidak pernah putus asa. Ia segera mencari tahu siapakah pelakunya tersebut.
             Pada saat Mumbela dan para temannya mencari berita tersebut, mereka butuh pengorbanan yang sangat perih. Merek tetap saja tidak pernah putus asa. Dari saat peristiwa tersebut ia sangat sedih, ia berpisah dengan ibunya, dan para pinguing lainnya. Ia di masukkan ke dalam kebun binatang oleh para penemunya.
             Ia selalu berteriak, tetapi tidak ada seorang pun yang mendengarnya. Pada suatu saat, bocah kecil datang ke tempat tersebut, lalu Mumbela menggoyangkan tariannya ternyata bocah tersebut mengerti, dan ia segera memanggil ibunya. Semua orang ayng ada di sekeliling tersebut terhatu, dan mereka mengerti bahwa, Ikan adalah santapan mereka, dan seharusnya manusia tidak boleh mengambil hak-hak mereka, dan juga tidak boleh buang sambpah sembarangan.
            Mumbela sangat senang, akhirnya ia kembali ke tempat asalnya, dan ia mendapatkan tanda-tanda bahwa ia sudah menyelamatkan pera pinguing agar manusia tidak akan pernah lagi mengambil ikan di lautan. Ia hanya bisa tersenyum, tetpi para pinguning lainnya tidak percara, dengan cara Mumbela lakukan, ia hanya sekedar menggoyangkan kakinya dan menari dengan sederhana. Ternyata hal tiu bisa membebaskan mereka dari hal yang sangat besar.
            Dari cerita tersebut bahwa kita tidak boleh merendahkan orang yang lebih rendah dari pada kita. Dikarenakan setiap seseorang itu mepunyai kelebihan. Dan ternyata kelebihan Mumbela sangat berarti bagi para pinguing lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar