Resensi Film
Judul Film: Happy Feet
Dalam
sebuah kata-kata mutiara, atau pun kata-kta yang sering kita dengar dalam
bahasa Arab adalah Makhfuzhat. Yang berbunyi dalam bahsa Arab tersebut” Laa taj ta kir midunika Falikuli syaiin Mazjiyah” . Yang artinya, “Janganlah
kamu menghina orang yang lebih rendah dari pada kamu, karena setiap orang
mempunyai kelebihan”.
Bukan kah isi dalam kata-kata mutiara tersebt sangat
mengagumkan. Dalam isi film tersebut, kita bisa mengambil hikmah yang sangat
banyak. Film ini diperankan oleh para hewan yang sangat unik, yaitu penguin.
Pinguin tinggal dan berkembangbiak di daerah kutup. Perkembangbiakan penguin
sangat berbeda dengan binatang lainnya, perkembangbiakan penguin lebih unik .
Pada suatu saat perkawinan Norma jean (betina), dan Memphis (jantan),
semua para pinguing bernyanyi dengan sama-sama, dengan suara yang sangat merdu.
Di film ini tersimpun apa bila salah seorang penguin tidak bisa bernyanyi
bukanlah penguin namanya.
Pada saat musim salju para pinguing betina, memberikan
telurnya kepada jantan, agar dapat lebih
dilindungi. Sangat unik bukan? Biasanya para hewan memberikan anaknya kepada
sangbetina, tetapi kali ini sangat berbeda. Memang begitu perkembangbikan para pinguing.
Pada saat musim salju tersebut, mereka para penguin
menenggelamkan diri ke laut, mereka bisa mencari makanannya disana yaitu ikan .
Pada saat penguin berenang tidak
disadari bahwa MMemphis (jantan0 menjatuhkan telurnya, tanpa sengaja. Ia sangat
khawatir atas telurnya yang ia jagakan tersebut, kerena telur tersebut adalah
anaknya juga di kala nantinya menetas.
Pda saat musim panas tiba, semua penguin jantang kembali
ke rawan mereka. Para pinguing akan menunggu saatnya telur yang ia miliki akan
segera menetas. Akhirnya dengan serentaknya para telur pinguing menetas. Tetapi
ada satu salah pinguing yaitu Memphis yang sangat lama telurnya menetas. Ia
sangat kebingungan dengan keadaaan tersebut, dan juga sangat sedih. Karena,
para pinguing semuanya sudah menetaskan telurnya.
Tanpa herannya juga,
Memphis juga sangat senang, dikarenakan telurnya sudah menetas. Para pinguing
pada saat itu akan menunggu istri mereka, begitu juga dengan anak-anak mereka
yang belum melihat ibunya. Mereka menunggu dengan penuh kegirangan.
Norma Jean dan juga Memphis, memiliki anak seseorang
lelali, ia memiliki kekurangan yang sangat prihatin. Ia tidak bisa menyanyi,
padahal Ibunya Norma Jean mempunyai suara yang sangat merdu. Guru yang mengajarkan
mereka bernyayi juga heran kepada Mumbela, karena gurunya tidak pernah
mengajarka para pinging gagal untuk mengajarkan bernyanyi.
Norma Jean dan Memphis, sangat sedih dengan berita yang
baru saja didengarnya oleh Gurunya. Bahwa gurunya tidak bisa mengajarkannya
bernyanyi. Tetai Mumbela tidak pernah putus asa, biar sekalipun para pinguing
menertawaknnya, dan heran melihat Mumbela yang tidak bisa bernyanyi. Ia hnaya
bisa menerai dengan kakinya. Tetapi ia merara sangat bangga.
Pada saat santapan para pinguing habis lenyap, yaitu ikan.
Para pinguing kebingungan “ Siapak Dan ternyata manusia lah yang telah
mengambil makanan mereka. Mumbela, dan para temannya segara pergi, untuk
mencari tahu siapakah yang telah tega mengambil makanan mereka. Tetapi para
pinguing tetap saja meremehkan Mumbela. Tetapi Mumbela tidak pernah putus asa.
Ia segera mencari tahu siapakah pelakunya tersebut.
Pada saat Mumbela
dan para temannya mencari berita tersebut, mereka butuh pengorbanan yang sangat
perih. Merek tetap saja tidak pernah putus asa. Dari saat peristiwa tersebut ia
sangat sedih, ia berpisah dengan ibunya, dan para pinguing lainnya. Ia di
masukkan ke dalam kebun binatang oleh para penemunya.
Ia selalu
berteriak, tetapi tidak ada seorang pun yang mendengarnya. Pada suatu saat,
bocah kecil datang ke tempat tersebut, lalu Mumbela menggoyangkan tariannya
ternyata bocah tersebut mengerti, dan ia segera memanggil ibunya. Semua orang
ayng ada di sekeliling tersebut terhatu, dan mereka mengerti bahwa, Ikan adalah
santapan mereka, dan seharusnya manusia tidak boleh mengambil hak-hak mereka,
dan juga tidak boleh buang sambpah sembarangan.
Mumbela sangat senang, akhirnya ia kembali ke tempat
asalnya, dan ia mendapatkan tanda-tanda bahwa ia sudah menyelamatkan pera
pinguing agar manusia tidak akan pernah lagi mengambil ikan di lautan. Ia hanya
bisa tersenyum, tetpi para pinguning lainnya tidak percara, dengan cara Mumbela
lakukan, ia hanya sekedar menggoyangkan kakinya dan menari dengan sederhana.
Ternyata hal tiu bisa membebaskan mereka dari hal yang sangat besar.
Dari cerita tersebut bahwa kita tidak boleh merendahkan
orang yang lebih rendah dari pada kita. Dikarenakan setiap seseorang itu
mepunyai kelebihan. Dan ternyata kelebihan Mumbela sangat berarti bagi para
pinguing lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar