Menikmati Sabang di Novel Sunset in Weh Island
Resensi Sunset in Weh Island
Judul Buku : Sunset in Weh Island
Penulis : Aida MA
Penerbit : Bentang
Belia, 2013
Tebal Buku : ±243
Buku berjudul Sunset in
Weh Island ini bercerita tentang romantisme dua remaja berbeda Negara, Axel dari Jerman dan Mala dari Indonesia. Setting Indonesia-nya mengambil lokasi di Pulau Weh, Sabang.
Setelah membaca buku ini rasanya saya
ingin pergi ke sana melihat matahari yang tenggelam di sana. Melalui buku ini saya serta merta membayangkan hal itu, rasanya mengagumkan
sekali.
Novel yang tebalnya lebih kurang 243 halaman ini, bukan buku pertama yang diterbitkan penulisnya, Aida
MA. Buku lainnya yang pernah saya baca seperti, Berbagi Hati,
Kereta Terakhir, Ya Allah beri Aku Kekuatan, dan Looking for Mr. Kim. Kak Aida ini ternyata bisa menulis berbagai genre dan
mengemasnya dengan menarik sekali. Ia juga menulis dengan sungguh-sungguh,
seperti di novel kali ini, ia harus belajar bahasa Jerman juga.
Bagi saya yang masih duduk di bangku kelas tujuh,
novel ini penuh semangat dan memotivasi saya untuk tahu lebih banyak hal lagi,
terutama tentang Negara lainnya selain Indonesia. Banyak pelajaran yang bisa
kita ambil dan terapkan di kehidupan kita sehari-hari sebagai generasi muda, seperti
save the energy dan save the earth.
Saya juga termotivasi menjadi penulis karena bisa memberitahu orang lain
tanpa menggurui, seperti yang penulis sampaikan melalui karakter tokohnya Mala.
Saya
berpikir ingin mencoba menulis cerita dengan lebih banyak membaca buku ringan namun berisi seperti novel Sunset
in Weh Island ini. Sangat mengagumkan jika saya bisa
menulis sebuah cerita .
Dalam
cerita ini sangat banyak tokoh-tokoh yang heboh, mengagumkan sampai menyebalkan. Yang pastinya Fida dan Rahmat yang sangat heboh dan lucu. Si Mata Zamrud Axel yang ganteng plus keren,
banyak disukai para wanita.
Ia pernah sakit hati karena dikhianati sahabatnya
yang bernama Marcel
. Marcel adalah sahabat Axel yang sangat baik dan tahu semua hal yang dialami Axel. Axel
tidak menyangka sahabatnya yang sangat lama selama 10 tahun bisa
mengkhianatinya.
Andreea
seorang gadis cantik yang menjadi rebutan
Marcel dan Axel adalah puncak perdebatan mereka. Akhirnya semua pekerjaan Axel menjadi berantakan dan
bosnya menganjurkan liburan untuk mengembalikan keceriaan dan menyelamatkan
Axel dari kejenuhan. Saat liburan itulah Axel bertemu Mala.
Mala masih berdarah Jerman dari sebelah ibunya. Di sini diceritakan Mala itu bertubuh mungil kecil,
walaupun ia keturunan Jerman. Dalam opini saya, biasanya orang keturunan Jerman tinggi
dan besar.
Bram
adalah ayah Mala. Bram sangat menyayangi Mala, semenjak ibu Mala meninggal.
Sejak itu ayahnya menggantikan ibunya, ayahnya sekalian sahabat Mala. Alan tetangga Mala dan Bram adalah paman Axel,
bekerja di Ie Boih, Sabang. Sebenarnya Mala sangat menyukai
Raffi, tetapi sayangnya Mala tidak berani mengungkapkan rasa sukanya kepada Raffi. Apalagi setelah tahu kalau pacar Raffi ternyata
seorang duta pariwisata Sabang. Mala patah hati.
Axel dan Mala yang saling membenci dari sejak
pertama bertemu kini menjadi saling mencintai. Benar kata orang bijak, kita tidak boleh membenci seorang
itu berlebihan, karena
bisa-bisa menjadi saling mencintai. Juga sebaiknya mencintai berlebihan pun jangan. Karena segala sesuatu yang
berlebihan itu tidak baik.
Buku
ini juga bagus dibaca oleh para remaja-remaja. Di dalam buku ini terdapat
berbahasa Jerman dan bahasa Inggris. Saya
sudah tahu bahasa Jermannya, “aku mencintai
mu”, yaitu “Ich liebe
dich”.
Terdengar seru sekali. Hanya ada beberapa potong
adegan saat Andreea datang ke Sabang dan bertemu Axel, meminta Axel membantu
sesuatu saat dia akan sun bathing,
membuat saya yang masih anak-anak rasanya jadi malu.
Saya benar-benar menikmati suasana
Sabang hanya dari membaca buku ini saja, walau masih menyimpan cita-cita suatu
hari akan ke Sabang dan menunggui sunset
seperti yang Mala lakukan. Terima kasih Kak Aida, buku ini benar-benar seru dan
menambah cakrawala berpikir saya dalam banyak hal namun disuguhkan dalam keadaan
yang benar-benar bisa dinikmati. I
enjoyed this novel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar