Pohon memeng sangat bermanfaat
bagi kita semua. Bukan hanya pohon saja, bunga-bunga, tumbuhan, dan juga
binatang bermanfaat bagi kita semua yang ada di dunia ini. Tuhan menciptakan
segala galanya, agar dunia ini penuh dengan hiasan, yang hidup di dunia ini
semuanya bermaanfaat dan tidak akan merugikan kiyta sendiri. Begitu juga dengan
pohon ia bermanfaat utuk mencegah banjir, dan longsor.
Sebuah cerita, di sebuah desa , hampir
semua masyarakat di desa itu selalu saja menebang pohon. Pertama-tamanya
masyarakat yang ada di desa itu menebang pohon-pohon yang sudah tua, tetapi
sayangnya mereka juga menebang pohon-pohon yang muda , . Kini mereka tidak
peduli lagi dengan desa mereka, dan apa apa yang dilakukan oleh oleh meraka.
Pada suatu hari, dua buah gadis
kecil pergi ke sebuah bukit, mereka ingin melihat bunga-bunga, dan juga
kupu-kupu. Tibanya di sana mereka tidak ada lagi melihat bunga-bunga , dan
kupu-kupu yang terdapat di bukit itu. Hati mereka sangat kecewa dengn kejadian
tersebut, hingga juga satu pohon pun tidak ada lagi terdapat di sana.
Pada akhirya mereka melihat
sebuah pohon dan berteduh di bawah pohon tersebut.tiba-tiba saat mereka
berteduh terdengar suara dari sekeliling mereka. Tetapi tidak ada seorang pun
tampak di sana. Ternyata pohon yang tua yang sedang mereka teduhilah yang
berbicara” Wahai adik manis jangan lah takut, aku adalah pohon tua yang sedang
kalian berteduh ini.
Terlihat diatas pohon itu
burung-burung, dan hewan lain yang hinggap
di setiap cabangnya. Bukan hanya pohon itu saja yang berbicara, tetapi
kupu-kupu, dan burung-burung juga berbicara. Pohon tua itu mengatakan “ tolong,
jagalah kami dan hindari kami dari masyarat-masyarakat yang ada di sini, karena
hanya saya lah pohon yang tinggal di bukit ini, cegahilah mereka”.
Lalu Riri dan Rere pulang ke
kampung halamannya segera menceritakan kejadian yang mereka alami, dan mencegahnya agar tidak
menebang pohon lagi. Ternyata hanya sia-sia, masyarakat tidak percaya dan
mengatakan hal itu hanya mimpi saja. Pergilah masyarakat tersebut, ke bukit tersebut lalu menebang pohon tua
itu. Burung-burung dan hewan lainnya terbang untuk menyelamatkan diri. Kini,
Riri dan Rere sangat sedih atas nasib yang dialami oleh pohon tua tersebut.
Pada saat musim kemarau tiba,
telaga-telaga, sungai-sungai, tenakan-ternakan masyarakat yang ada di desa tiu
kekurangan air. Lalu masyarakat tersebut meminta kepada Tuhan, Tuhan yang maha
pemurahpun mengabulkan do’a masyarakat
untuk diberi hujan. Satu hari penuh ujan terus menerus mengair dari atas
langit. Kini masyarakat, sudah memiliki banyak air.
Pada akhirnya, terjadilah suatu
peristiwa yang dasyat. Banjir dan longsor, menyerang kampung halaman mereka.
Kini tidak ada lagi pohong yang bisa menyerap air dari dalam tanah. Rumah-rumah
mereka hancur, dan banyak juga orang tewas. Riri dan Rere kini selamat dari
bencana tersebut, hanya keluarganya saja lah yang hilang dari pelukan mereka.
Bukankah pohon sangat bermanfaat bukan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar