Entri Populer


widgets

Senin, 01 Juli 2013

Surat Untuk Ibuku



Surat Untuk Ibuku
Bagaimana pun jauhnya seorang ibu dan seorang anaknya pasti ia saling mengiat, saling menyayangi, dan saling mencintai. Begitu juga dengan diriku. Sudah enam tahun yang lalu aku meninggalkan Ibuku untuk pergi merantau mencari ilmu dunia dan akhirat. Sudah sangat lama jauh dari sang Ibu, ingin merasakan bagaimana hangatnya pelukannya. Karena pelukan yang paling hangat adalah pelukan Ibu bagi diriku.
            Bagiku Ibu adalah tempat mengadu segala hal, baik dikala senang, danda, sedih dan lain sebagainya. Siang ini matahari sangatlah terik, rasanya tubuhku seperti kebakar, dan sangat dekat dengan api unggun. Padahal hal itu hanya perasaanku saja. Saat tiba, kuambil pena, dan kuambil buku untuk menulis surat untuk ibuku yang sangat jauh dari hidupku. Sempat berpikir….
            Selama enam tahun lamanya aku meninggalkan ibu di kampung halaman, tidak pernah sekali pun kukirim surat atau pun hadiah lainnya untuk Ibuku. Tidak seperti teman-temanku yang selalu saja mengirimkan sesuatu untuk ibunya. Begitu pula dengan ibu mereka, Ibu temanku selalu saja mengirimkan sesuatu kepada anaknya,dan sepucuk surat untuk anaknya. Hanya ibuku dan aku saja yang tidak pernah mengirimkan sesuatu yang istimewa.
            Kini ada niatku untuk mengirimkan sepucuk surat, dan sesuatu yang dulunya sangat diinginkan oleh Ibuku. Langsung saja kuambilkan pena dan buku yang sudah kusiapkan sejak dari tadi. Kubuka lembaran buku ternyata roto ibuku terselip di lembarannya. Kuratap foto ibuku, bagaiman keadaannya sekarang? Apa yang dedang ia lakukan? Selalu hatiku bertanya tentangnya, pikiriranku pun selalu saja memikirkannya, bayangan wajahnya selalu ada di depan mataku. Dari memandan fotonya tersebut aku menemukan ide-ide yang ingin aku tuliskan di buku ini.
            Asalammualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh
Salam rindu buat Ibuku yang tercinta
Ibu, ini aku anakmu Nida, sekian lama kini telah kita berpisah Ibuku. Maafkan jika baru kali ini anakmu mengirimkan sebuah surat untukmu. Ibu, aku  sangat merindukanmu. Aku sangat khawatir dangan keadaanmu. Aku berharap agar kamu baik-baik saja. Ibu sekiranya ibu tidak susah payah untuk memikirkan keadaanku saat ini, ibu takkan pernah sakit dan selalu baik-baik saja. Karena aku sangat tahu bagaimana jika anakmu pergi jahu dari hidupmu.
Aku Nida selalu berdo’a Bu, agar kamu selalu dijaga, sehat selalu, panjang umurmu, da lain sebagainya. Ibu pengalamanku di sini dangat banyak. Biar pun anakmu ini tidak pandai, guru-guruku di sini sangat menyayangiku. O, iya bu, apakah kamu masih meningat apa yang kamu inginkan sejak dulu, yang tidak pernah tercapai? Kurasa ibu masih ingat apa yang ibu inginkan, karena aku telah membelinya di sini.
O, iya Ibu, ada berita yang sangat mengagumkan, aku mendapat biaya siswa untuk melanjutkan kuliah di sini. Insya Allah, tahun ini aku akan pulang ke kampung halaman, dan menemanimu selama dua bulan. Terima kasih Ibu, berkat do’amu untukku, dan kasih sayang yang tak pernah hilang darimu. Jangan lupa ya bu, untuk membuka hadiah yang kuberikan padamu. Aku sangat mencintaimu Bu, sampai kapan pun. Jangan melihat dari segi dan cantiknya hadiah yang kuberikan. Disetiap shalatku aku akan selalu berdo’a kepada Sang Ilahi, agar kita selalu dijaga, dan ditetapkan disisinya. Amin.
Demikian surat dari anakmu Nida, Love you forever.
Asalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Karena malam yang sudah sangat larut, kubungkus hadiah untuk Ibuku, dan memberinya sedikit uang yang telah aku kumpulkan sejak lama. Lalu kuambil selimut, dan tidur dengan sangat pulas. Hanya menunggu pagi yang sangat cerah untuk pergi ke loket dan mengirimkan surat untuk Ibuku, dengan penuh hati yang sangat girang.
Dalam tidur pulasku, aku berharap agar ibuku membalas surat yang akan kukirimkan kepadanya, beserta fotonya. Tetepi aku hanya bisa berdo’a dlam tidurku untukku dan juga untuk ibuku. Aku berharap mala mini lebih indah dari malam yang sudah berlalu. Aku meninginkan dalam mimpiku ada seorang wanita yang memeluk tubuhku, yaitu Ibuku yang sangat tercinta.
Bagiku Ibu adalah cahaya yang selalu menerangi hatiku, yang selalu menjagaku biar di mana pun aku berada. Sekali pun aku jauh dari hidupnya, tetapi do’anya selalu mengiringiku.