Wah tidak terasa waktu semakin lama
semakin berjalan dengan lancar. Tahun berganti tahun, bulan berganti bulan,
hati berganti hari, pokoknya waktu semakin lama semakin berjalan dan umur ku
pun kini telah berumur tiga belas tahun. Senangnya lagi, tahun ini di Dayah
Pesantren Baitul Arqam menerima santri baru. Wah kini aku menjadi kakak letting
bagi mereka.
Kira-kira,
bagaimana ya menjadi kakak leting? Pastinya aja sangat menakjubkan. Sering kita
dengar bahwa jika majadi kakak leting susah deh. Tapi apakah kata-kata itu
mempercayai diri ku. Kini sekarang aku sedang menjalani bagaimana ya rasanya.
Ah, jangan buat penasaran bagi yang pembaca, mending sekarang saya memulai
menceritakan bagaimana rasanya mempunyai
adik letting.
Santri baru
yang ada di Dayah Pesantren Baitul Arqam ini berasal dari berbagai daerah. Ada
dari Aceh Tengah, Aceh Besar, dan Sumatra Utara. Tentu saja bahasanya sangat
berbeda-beda bukan? Tetapi bagi santri Baitul Arqam tidak masalah, karena
mereka memakai bahasa yang Internasional lo, bahasa tersebut yang pastinya aja
bahasa Inggris, dan juga bahasa Arab. Mereka belajar walaupun banyak yang
salah-salah bukankah manusia belajar dimulai dengan kesalahan.
Tentunya
saja setiap manusia itu mempunyai sifat dan fisik yang sangat berbeda-beda
bukan? Begitu juga dengan santri Baitul Arqam, mereka memmiliki sifat dan fisik
yang berbeda-beda. Sifatnya ada yang saling mengejek satu sama lain, ada yang
pemarah, lucu, dan lain sebagainya. Padahal Rasullulah sangat melarang kita
untuk mengejek satu sama lain, mungkin saja santri baru Baitul Arqambelum
mengetahuinya.
Di saat
memperkenalkan nama masing-masing, dan asal mereka dari mana saya rasa mereka
semua begitu ramah. Nama mereka juga keren-keren lo…. Namanya siapa ya? Apakah
saya perlu menyebutnya satu-persatu. Saya rasa sangat perlu agar kita saling
mengenal. Nama santrinya Fauzul, Fawas, Iqbal, Fauzan, ,Uis, Rahmat, Urfa,
Putri, Shalsa, Rendy, Firdaus, dan banyak lagi teman-teman. Jika teman-teman
mau tahu nama santri Baitul Arqam, Kunjungi
Dayah Pesantren Baitul Arqam, di Sibreh, Aceh Besar. Jika teman-teman
mau mendaftar, dewan guru siap mendampingi teman-teman lo. Suasana di sana juga
sangat bagus, dan keren.
Kini saya
sudah menjadi kakak leting bagai mereka. Saya berusaha, membuang jauh-jauh
tingkah laku saya yang tidak wajar dicontoh oleh mereka. Hidup ini harus
berubah, lebih baik di hari ini dari pada hari kemarin. Mulai sekarang saya
belajar agar menjadi kakak letting yang terbaik bagi mereka, dan saya pribadi.
Bulan puasa kini tidak lama lagi akan datang. Saatnya kembali
ke kampung halaman masing-masing, dan meninggalkan adik-adik leting saya. Yang
jelasnya mereka juga bukan tinggal di Dayah lo, mereka juga kembali ke kampung
halaman masing-masing. Dan kembali lagi sesudah lebaran, berkumpul barsama
kembali. Berbagi canda dan tawa.