Entri Populer


widgets

Senin, 24 Juni 2013

Mengubah Hidupku Yang Baru



Wah tidak terasa waktu semakin lama semakin berjalan dengan lancar. Tahun berganti tahun, bulan berganti bulan, hati berganti hari, pokoknya waktu semakin lama semakin berjalan dan umur ku pun kini telah berumur tiga belas tahun. Senangnya lagi, tahun ini di Dayah Pesantren Baitul Arqam menerima santri baru. Wah kini aku menjadi kakak letting bagi mereka.
            Kira-kira, bagaimana ya menjadi kakak leting? Pastinya aja sangat menakjubkan. Sering kita dengar bahwa jika majadi kakak leting susah deh. Tapi apakah kata-kata itu mempercayai diri ku. Kini sekarang aku sedang menjalani bagaimana ya rasanya. Ah, jangan buat penasaran bagi yang pembaca, mending sekarang saya memulai menceritakan bagaimana rasanya  mempunyai adik letting.
            Santri baru yang ada di Dayah Pesantren Baitul Arqam ini berasal dari berbagai daerah. Ada dari Aceh Tengah, Aceh Besar, dan Sumatra Utara. Tentu saja bahasanya sangat berbeda-beda bukan? Tetapi bagi santri Baitul Arqam tidak masalah, karena mereka memakai bahasa yang Internasional lo, bahasa tersebut yang pastinya aja bahasa Inggris, dan juga bahasa Arab. Mereka belajar walaupun banyak yang salah-salah bukankah manusia belajar dimulai dengan kesalahan.
            Tentunya saja setiap manusia itu mempunyai sifat dan fisik yang sangat berbeda-beda bukan? Begitu juga dengan santri Baitul Arqam, mereka memmiliki sifat dan fisik yang berbeda-beda. Sifatnya ada yang saling mengejek satu sama lain, ada yang pemarah, lucu, dan lain sebagainya. Padahal Rasullulah sangat melarang kita untuk mengejek satu sama lain, mungkin saja santri baru Baitul Arqambelum mengetahuinya.
            Di saat memperkenalkan nama masing-masing, dan asal mereka dari mana saya rasa mereka semua begitu ramah. Nama mereka juga keren-keren lo…. Namanya siapa ya? Apakah saya perlu menyebutnya satu-persatu. Saya rasa sangat perlu agar kita saling mengenal. Nama santrinya Fauzul, Fawas, Iqbal, Fauzan, ,Uis, Rahmat, Urfa, Putri, Shalsa, Rendy, Firdaus, dan banyak lagi teman-teman. Jika teman-teman mau tahu nama santri Baitul Arqam, Kunjungi  Dayah Pesantren Baitul Arqam, di Sibreh, Aceh Besar. Jika teman-teman mau mendaftar, dewan guru siap mendampingi teman-teman lo. Suasana di sana juga sangat bagus, dan keren.
            Kini saya sudah menjadi kakak leting bagai mereka. Saya berusaha, membuang jauh-jauh tingkah laku saya yang tidak wajar dicontoh oleh mereka. Hidup ini harus berubah, lebih baik di hari ini dari pada hari kemarin. Mulai sekarang saya belajar agar menjadi kakak letting yang terbaik bagi mereka, dan saya pribadi.    
Bulan puasa kini tidak lama lagi akan datang. Saatnya kembali ke kampung halaman masing-masing, dan meninggalkan adik-adik leting saya. Yang jelasnya mereka juga bukan tinggal di Dayah lo, mereka juga kembali ke kampung halaman masing-masing. Dan kembali lagi sesudah lebaran, berkumpul barsama kembali. Berbagi canda dan tawa.

Senin, 03 Juni 2013

Terima Kasih Kak Aida



Terima Kasih Kak Aida
Cuaca hari ini is very nice, begitu juga dengan hatiku. Di pagi yang sangat cerah, membuat tubuhku segar, bugar. Pagi yang sangat cerah ini aku lari pagi bersama teman-teman , teman-teman tersebut selalu membuat aku bete dan membosankan. Tetapi biar  pun teman yang sangat membosankan,mereka lucu, seru, pokoknya happy deh. Kadang-kadang juga kita juga jengkel dengan mereka. Segar banget rasanya sudah lari pagi, tapi salahnya baru pagi ini aja yang lari paginya, lucu ya? Katanya mau kurus, tapi lari sangat jarang banget. Manusia yang aneh, bin ajaib.
             Dengar-dengar hari ini kedatangan tamu, tamu tersebut adalah teman Bunda Aini, yaitu Kakak kita yang bernama kak Aida.  Wah, beliau adalah seorangpenulis, keren ya? Beliau memberi motifasi untuk saya agar bisa menulis, tpis menulis, dan harus mencoba menulis, biarpun tulisan kita itu jelek. Mungkin saja tulisan kita yang jelek bisa terkenal seluruh dunia. Haw, mudah-mudahan saja.
            Sebenarnya saya sudah putus asa tentang menulis, tetapi berkat kakak Aida ia memberi semangat untuk aku. Ternyata orang sukses itu pernah juga mengalami kesulitan. Asyiknya lagi, kak Aida mengajarkan kami bernyanyi, dan memerintahkan kami untuk menulis sebuah surat untuk diri sendiri. Keren bukan, membuat surat untuk diri sendiri,atau pun perjanjian yang akan kita komitmen terhadap diri sendiri. Teman-teman semua tahu tidak apa yang saya tulis dalam sebuah surat itu? Isinya keren lo…. Saya menulisnya dengan kata-kata yang sangat singkat, sesudah tulisan selesai, tulisan tersebut diserahkan kepada kak Aida. Saya mengatakan dalam surat tersebut, apa ya kira-kira?
            Dear : Jarnida
Jarnida, sekarang sudah saatnya kamu mulai menulis dengan baik. Hari ini adalah hari keberuntungan bagi kamu, karena kamu sudah bertemu dengan seorang penulis yaitu kak Aida MA. Kamu sudah banyak mendengar bagai mana tips-tips menulis dengan baik, dan lain sebagainya.
            Sebenarnya kamu bisa menjadi penulis, seperti penulis lainnya. Bahkan kamu mempunyai pengalaman yang sangat banyak. Kira-kira pengalaman kamu itu apa ya? Aku kira pengalaman yang tidak bisa terlupakan adalah di saat Ibu kamu meninggalkan kamu selamanya. Dan tak kan pernah kembali lagi ke dalam pelukanmu.
            Pengalaman yang heboh yaitu pengalaman di sewaktu kamu tinggal di Panti Asuhan Muhammadiyah, kamu mempunyai teman yang lucu, nyebelin, bikin malu, wah pokoknya banyak banget pengalaman kamu yang menghebohkan.
            Aku percaya suatu saat nanti kamu akan bisa menulis dengan baik. Aku tanamkan dalam hatimu jangan pernah putus asa, mencobanya dan trus mencobanya. JAngan takut salah, karena tidak ada orang itu yang mulanya menerima kemanisan, pastinya pahitnya dulu dong, harus ada kemauannya juga ya. Jika kamu mau pasti bisa, semangat!
            Kak Aida sudah memberiku motifasi untuk menulis. Beberapa hari lagi libur akan tiba, aku ingin pulang ke kampung halamanku. Bertemu dengan Ayah, Adik, dan keluarga. Mudah-mudahan, sewaktu aku pulang nanti aku mempunyai pengalaman selama  dua minggu lamanya. Mempunyai ide untuk menulis pengalaman selama dua minggu di kampung halaman. Kesanku aku sangat berterima kasih kepada Bunda Aini yang telah membawa Kak Aida ke lokasi Pnti Asuha Muhammadiyah, dan Kak Aida yang telah memberiku motifasi untuk menulis dan mencobanya.