Surat
Untuk Ibuku
Bagaimana
pun jauhnya seorang ibu dan seorang anaknya pasti ia saling mengiat, saling menyayangi,
dan saling mencintai. Begitu juga dengan diriku. Sudah enam tahun yang lalu aku
meninggalkan Ibuku untuk pergi merantau mencari ilmu dunia dan akhirat. Sudah sangat
lama jauh dari sang Ibu, ingin merasakan bagaimana hangatnya pelukannya. Karena
pelukan yang paling hangat adalah pelukan Ibu bagi diriku.
Bagiku
Ibu adalah tempat mengadu segala hal, baik dikala senang, danda, sedih dan lain
sebagainya. Siang ini matahari sangatlah terik, rasanya tubuhku seperti
kebakar, dan sangat dekat dengan api unggun. Padahal hal itu hanya perasaanku
saja. Saat tiba, kuambil pena, dan kuambil buku untuk menulis surat untuk ibuku
yang sangat jauh dari hidupku. Sempat berpikir….
Selama enam tahun lamanya aku meninggalkan ibu di kampung
halaman, tidak pernah sekali pun kukirim surat atau pun hadiah lainnya untuk
Ibuku. Tidak seperti teman-temanku yang selalu saja mengirimkan sesuatu untuk
ibunya. Begitu pula dengan ibu mereka, Ibu temanku selalu saja mengirimkan
sesuatu kepada anaknya,dan sepucuk surat untuk anaknya. Hanya ibuku dan aku saja
yang tidak pernah mengirimkan sesuatu yang istimewa.
Kini ada niatku untuk mengirimkan sepucuk surat, dan
sesuatu yang dulunya sangat diinginkan oleh Ibuku. Langsung saja kuambilkan
pena dan buku yang sudah kusiapkan sejak dari tadi. Kubuka lembaran buku ternyata
roto ibuku terselip di lembarannya. Kuratap foto ibuku, bagaiman keadaannya
sekarang? Apa yang dedang ia lakukan? Selalu hatiku bertanya tentangnya,
pikiriranku pun selalu saja memikirkannya, bayangan wajahnya selalu ada di
depan mataku. Dari memandan fotonya tersebut aku menemukan ide-ide yang ingin
aku tuliskan di buku ini.
Asalammualaikum Warahmatulahi
Wabarakatuh
Salam
rindu buat Ibuku yang tercinta
Ibu, ini aku anakmu Nida, sekian
lama kini telah kita berpisah Ibuku. Maafkan jika baru kali ini anakmu
mengirimkan sebuah surat untukmu. Ibu, aku
sangat merindukanmu. Aku sangat khawatir dangan keadaanmu. Aku berharap
agar kamu baik-baik saja. Ibu sekiranya ibu tidak susah payah untuk memikirkan
keadaanku saat ini, ibu takkan pernah sakit dan selalu baik-baik saja. Karena
aku sangat tahu bagaimana jika anakmu pergi jahu dari hidupmu.
Aku Nida selalu berdo’a Bu, agar
kamu selalu dijaga, sehat selalu, panjang umurmu, da lain sebagainya. Ibu pengalamanku
di sini dangat banyak. Biar pun anakmu ini tidak pandai, guru-guruku di sini
sangat menyayangiku. O, iya bu, apakah kamu masih meningat apa yang kamu
inginkan sejak dulu, yang tidak pernah tercapai? Kurasa ibu masih ingat apa
yang ibu inginkan, karena aku telah membelinya di sini.
O, iya Ibu, ada berita yang sangat
mengagumkan, aku mendapat biaya siswa untuk melanjutkan kuliah di sini. Insya
Allah, tahun ini aku akan pulang ke kampung halaman, dan menemanimu selama dua
bulan. Terima kasih Ibu, berkat do’amu untukku, dan kasih sayang yang tak
pernah hilang darimu. Jangan lupa ya bu, untuk membuka hadiah yang kuberikan
padamu. Aku sangat mencintaimu Bu, sampai kapan pun. Jangan melihat dari segi
dan cantiknya hadiah yang kuberikan. Disetiap shalatku aku akan selalu berdo’a
kepada Sang Ilahi, agar kita selalu dijaga, dan ditetapkan disisinya. Amin.
Demikian surat dari anakmu Nida, Love
you forever.
Asalammualaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh.
Karena
malam yang sudah sangat larut, kubungkus hadiah untuk Ibuku, dan memberinya
sedikit uang yang telah aku kumpulkan sejak lama. Lalu kuambil selimut, dan
tidur dengan sangat pulas. Hanya menunggu pagi yang sangat cerah untuk pergi ke
loket dan mengirimkan surat untuk Ibuku, dengan penuh hati yang sangat girang.
Dalam
tidur pulasku, aku berharap agar ibuku membalas surat yang akan kukirimkan
kepadanya, beserta fotonya. Tetepi aku hanya bisa berdo’a dlam tidurku untukku
dan juga untuk ibuku. Aku berharap mala mini lebih indah dari malam yang sudah
berlalu. Aku meninginkan dalam mimpiku ada seorang wanita yang memeluk tubuhku,
yaitu Ibuku yang sangat tercinta.
Bagiku
Ibu adalah cahaya yang selalu menerangi hatiku, yang selalu menjagaku biar di
mana pun aku berada. Sekali pun aku jauh dari hidupnya, tetapi do’anya selalu
mengiringiku.
Subhanallah
BalasHapusSubhanallah
BalasHapus