Entri Populer


widgets

Rabu, 24 April 2013

Resensi Film



Resensi Film
Judul Film       : The Miracle Worker
            Taman yang penuh dengan penghijauan, dan terdapat di taman-taman bunga yang berwarna-warni. Sebuah keluarga yang penuh dengan kehebohan, disebabkan oleh gadis yang kecil, mungil, imut, cantik, putih, rambutnya yang pirang, dan keriting. Ia selalu berpakain-berpakaian yang indah, tinggal di rumah yang mewah. Itulah namanya Helen.
            Helen adalah gadis kecil yang buta, tuli, dan bisu. Ibunda Helen sangat sayang kepada Helen. Biarpun anaknya buta, bisu, dan tuli. Annie adalah ibundanya Helen, ibunya tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya bisa memberikan Helen permen jika Helen merajuk ataup pun merengek.
            Sangat sedih nasib Helen yang malang. Jika seumpamanya posisi  penonton di posisi Helen bagaimana menurut kamu masing-masing? Menurut saya jika saya ada di posisi Helen saya akan putus asa. Nasib Helen yang malang ia tidak bisa melihat apa yang ada di dalam dunia ini. Terutama ia tidak bisa melihat kedua orang tuanya, dan bagaimana isi di dalam dunia ini.
             Helen hanya bisa meraba dan terus meraba. Meskipun begitu Ibunda Helen selalu sayang kepada Helen, begitu pula dengan ayahnya. Helen mempunyai abang sayangnya, abang Helen cemburu kepada Helen karena kedua orang tuanya sangat menyayangi Helen. Semua pasti akan cemburu,  jika kedua orang tua kita pilih kasih antara kita dengan saudara kita. Begitu juga dengan James Keller.
            Pada suatu hari Arthur, ayahnya Helen berubah pikiran ia ingin ada guru yang bisa mengajarkan Helen, berapa pun ia minta gaji ia akan memberinya. Sullivan adalah orang yang tidak belum terlalu tua, Ia sudah pernah berhasil untuk mengajarkan apa yang diajarkannya kepada muridnya. Tetapi kali ini apakah ia bisa?
            Sullivan ditawar oleh Arthur untuk menjadi guru yang mau mengajarkan apa yang diketahui Sullivan, tetapi Sullivan menolak tawaran itu. Tidak lama kemudian ia berfikir dan terus berfikir untuk menerima tawaran tersebut. Ternyata ia bisa meneriama tawaran tersebut. Sullivan hidup sebatang kara, orang tua dia telah lama meninggalkan dia bersama adiknya. Sayangnya lagi ia telah dioperasi 9 kali hingga ia hampir buta. Tetapi ia tidak pernah menyerah ia tetap menjaga adiknya, sayangnya lagi adiknya juga pergi meninggalkannya.
            Sullivan  yang sangat menakjubkan. Ia tidak pernah putus asa untuk mengajarkan Helen untuk mengetahui apa yang ada di dalam dunia ini. Biarpun ia mengajarkan Helen dengan cara yang sangat kasar, tetapi ia berhasil menjadikan Helen yang sebenarnya. Sampai akhirnya ia tinggal bersama Helen di rumah yang kecil, yang berada di kebun mereka.
             Biarpun pertama Sullivan mengajarkan Hellen dengan penuh dahaga, ia tetap sabar. Selama dua minggulah ia diberi kesempatan untuk mengajarkan bahasa isyarat kepada Helen. Selama dua minggu tersebutHelen sudah bisa dan sudah mengetahui apa yang ada di dalam dunia ini. Hanya saja ia tidak bisa menghafal kata-kata “water”. Hari yang terakhir adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh Annie. Ia menginginkan Helen kembali ke dalam pelukannya.
            Sullivar sangat mengkhuatirkan jika ilmu yang ia ajarkan kepada Helen hilang. Sempat ia katakana kepada Arthur, ia tidak mau ilmu yang ia ajarkan kepada Helen hilang begitu saja.Ternyata kekuatiran Sullivar benar-benar terjadi. Ia tidak mau memakan nasi pakai sendok dan lain sebagainya. Pada saat itu Sullivar begitu sangat menjengkelkan. Ia langsung membawa Helen ke tempat pompa air, dan langsung menyuruh Helen untuk memegang air tersebut. Di saat ini lah Helen bisa menghafal kata-kata air, dan kata-kata lain sebagainya. Sullivan aygn sangat bahagia. Akhirnya impiannya tercapai. Helen pun akhirnya mencium kedua pipi Sullivar.
            Film yang sangat menakjubkan bukan? Kalau mau lebih lanjut nonton lah saja film yang judulnya “The Miracle Worker”. Pasti sangat mengagumkan. Kini ia menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.

Umi Jainab, Pemain Senetron Malaysia Datang Ke Dayah Pesantren Baitul Arqam



07/04/2013, Minggu, nama lengkap beliau adalah, Umi Jainab HJ. Othman, mengunjungi Dayah Pesantren Baitul Arqam Sibreh. Umi Jainab, adalah salah satu pemain senetron yang ada di Malaysia, (Kuala Lumpur). Kini usia beliau sekarang 58 tahun. Beliau bekerja untuk mengadopsi anak-anak yatim, piatu, yatim piatu dan juga pakir miskin, di Malaysia.  
Sebagai pemain senetron dari tahun 1991, beliau telah memainkan senetron yang berjudul Syukur Allah, Hanya Dengan Bismillah, Sudah Di Halalkan Apel Itu, dan juga banyak film yang sudah beliau tayangkan. Bulan yang akan datang, beliau juga mengatakan kepada santri Baitul Arqam, yaitu Jarnida, bahwa bulan 5 (lima) ini juga ditayangkan film yang berjudul Diandra. Diandra adalah nama orang yang akan di mainkan, dan juga akan ditayangkan pada bulan lima.
Aisyah Jami’an, beliau adalah seorang yang tidak mau menyerah, dan terus-menerus berusaha untuk menggapai cita-citanya. Pada tahun 2001, beliau pergi ke Malaysia, untuk melanjutkan sekolahnya. Beliau bercerita tentang pengalamannya di Malaysia, kepada santri Baitul Arqam. Bahwa di Malaysia, ia tidak mempunyai saudara, teman dan lain sebagainya. Tetapi beliau terus berdoa kepada Tuhan, agar ia dipertemukan dengan hamba-hamba yang berbaik hati kepadanya.
Aisyah Jami’an adalah seorang wanita yang berasal dari Aceh, yang lahir di. Reubee( Aceh Pidie). Jenjang sekolah beliau adalah, MIN,MTSn, MAN, IAIN Araniri, yang ada di Banda Aceh, dan menyambung sekolah ke PhD Malaysia. Beliau pergi ke Indonesia ingin melihat kampung halamannya, negaranya, yang kini sudah sangat lama ia meninggalkan negaranya, selama 13 tahun lamanya. Kini beliau engatakan bahwa, sangat banyak perubahan yang di alami kota Banda Aceh, sangat banyak perubahannya.
Umi Jainab HJ. Othman mengatakan, sangat senang bertememu dengan santri Baitul Arqam , dan bersilaturahmi dengan santri Baitul Arqam, juga ia sangat senang sudah mengunjungi Negara Inonesia, terutama Aceh. Beliau juga berharap, agar santri Baitul Arqam, yang tidak mempunyai ibu dan ayah, agar selalu bersemangat. Dan jangan melihat  ke samping, dan beliau berpesan berbanyaklah belajar, menjadi wanita yang salihah, dan mencapai cita-cita yang sudah kita impiankan.

Resensi Buku



Menikmati Sabang di Novel Sunset in Weh Island
Resensi Sunset in Weh Island

Judul Buku      : Sunset in Weh Island
Penulis             : Aida MA
Penerbit           : Bentang Belia, 2013
Tebal Buku      : ±243

            Buku berjudul Sunset in Weh Island ini bercerita tentang romantisme dua remaja berbeda Negara, Axel dari Jerman dan Mala dari Indonesia. Setting Indonesia-nya mengambil lokasi di Pulau Weh, Sabang. Setelah membaca buku ini rasanya saya ingin pergi ke sana melihat matahari yang tenggelam di sana. Melalui buku ini saya serta merta membayangkan hal itu, rasanya mengagumkan sekali.
 Novel yang tebalnya lebih kurang 243 halaman ini, bukan buku pertama yang diterbitkan penulisnya, Aida MA. Buku lainnya yang pernah saya baca seperti, Berbagi Hati, Kereta Terakhir, Ya Allah beri Aku Kekuatan, dan Looking for Mr. Kim. Kak Aida ini ternyata bisa menulis berbagai genre dan mengemasnya dengan menarik sekali. Ia juga menulis dengan sungguh-sungguh, seperti di novel kali ini, ia harus belajar bahasa Jerman juga.
            Bagi saya yang masih duduk di bangku kelas tujuh, novel ini penuh semangat dan memotivasi saya untuk tahu lebih banyak hal lagi, terutama tentang Negara lainnya selain Indonesia. Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dan terapkan di kehidupan kita sehari-hari sebagai generasi muda, seperti save the energy dan save the earth.
Saya juga termotivasi menjadi penulis karena bisa memberitahu orang lain tanpa menggurui, seperti yang penulis sampaikan melalui karakter tokohnya Mala. Saya berpikir ingin mencoba menulis cerita dengan lebih banyak membaca buku ringan namun berisi seperti novel Sunset in Weh Island ini. Sangat mengagumkan jika saya bisa menulis sebuah cerita .
            Dalam cerita ini sangat banyak tokoh-tokoh yang heboh, mengagumkan sampai menyebalkan. Yang pastinya Fida dan Rahmat yang sangat heboh dan lucu. Si Mata Zamrud Axel yang ganteng plus keren, banyak disukai para wanita. Ia pernah sakit hati karena dikhianati sahabatnya yang bernama Marcel . Marcel adalah sahabat Axel yang sangat baik dan tahu semua hal yang dialami Axel. Axel tidak menyangka sahabatnya yang sangat lama selama 10 tahun bisa mengkhianatinya.
            Andreea seorang gadis cantik yang menjadi rebutan Marcel dan Axel adalah puncak perdebatan mereka. Akhirnya semua pekerjaan Axel menjadi berantakan dan bosnya menganjurkan liburan untuk mengembalikan keceriaan dan menyelamatkan Axel dari kejenuhan. Saat liburan itulah Axel bertemu Mala. Mala masih berdarah Jerman dari sebelah ibunya. Di sini diceritakan Mala itu bertubuh mungil kecil, walaupun ia keturunan Jerman. Dalam opini saya, biasanya orang keturunan Jerman tinggi dan besar.
            Bram adalah ayah Mala. Bram sangat menyayangi Mala, semenjak ibu Mala meninggal. Sejak itu ayahnya menggantikan ibunya, ayahnya sekalian sahabat Mala. Alan tetangga Mala dan Bram adalah paman Axel, bekerja di Ie Boih, Sabang. Sebenarnya Mala sangat menyukai Raffi, tetapi sayangnya Mala tidak berani mengungkapkan rasa sukanya kepada Raffi. Apalagi setelah tahu kalau pacar Raffi ternyata seorang duta pariwisata Sabang. Mala patah hati.
             Axel dan Mala yang saling membenci dari sejak pertama bertemu kini menjadi saling mencintai. Benar kata orang bijak, kita tidak boleh membenci seorang itu berlebihan, karena bisa-bisa menjadi saling mencintai. Juga sebaiknya mencintai berlebihan pun jangan. Karena segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.
            Buku ini juga bagus dibaca oleh para remaja-remaja. Di dalam buku ini terdapat berbahasa Jerman dan bahasa Inggris. Saya sudah tahu bahasa Jermannya, “aku mencintai mu”, yaituIch liebe dich”. Terdengar seru sekali. Hanya ada beberapa potong adegan saat Andreea datang ke Sabang dan bertemu Axel, meminta Axel membantu sesuatu saat dia akan sun bathing, membuat saya yang masih anak-anak rasanya jadi malu.
            Saya benar-benar menikmati suasana Sabang hanya dari membaca buku ini saja, walau masih menyimpan cita-cita suatu hari akan ke Sabang dan menunggui sunset seperti yang Mala lakukan. Terima kasih Kak Aida, buku ini benar-benar seru dan menambah cakrawala berpikir saya dalam banyak hal namun disuguhkan dalam keadaan yang benar-benar bisa dinikmati. I enjoyed this novel.


Senin, 08 April 2013

Penulisan EYD Tentang Penulisan Kata Dan Penulisan Bentuk Singkat




Penulisan EYD Tentang Penulisan Kata Dan Penulisan Bentuk Singkat

Akronim ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata.
1.    Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital.
2.         Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital.
3.      Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil.

Catatan:
Jika dianggap perlu membentuk akronim, hendaknya diperhatikan syarat-syarat berikut. (1) Jumlah suku kata akronim jangan melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia. (2) Akronim dibentuk dengan mengindahkan keserasian kombinasi vokal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata Indonesia yang lazim.

Tanda Koma, (,)
Tanda koma dipakai diantara nama orang dan juga gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakan dari aingkatan nama diri, keluarga atau marga.

Sumber: http://nendenratnasari1bakbidypsdmi.blogspot.com