Entri Populer


widgets

Rabu, 24 April 2013

Umi Jainab, Pemain Senetron Malaysia Datang Ke Dayah Pesantren Baitul Arqam



07/04/2013, Minggu, nama lengkap beliau adalah, Umi Jainab HJ. Othman, mengunjungi Dayah Pesantren Baitul Arqam Sibreh. Umi Jainab, adalah salah satu pemain senetron yang ada di Malaysia, (Kuala Lumpur). Kini usia beliau sekarang 58 tahun. Beliau bekerja untuk mengadopsi anak-anak yatim, piatu, yatim piatu dan juga pakir miskin, di Malaysia.  
Sebagai pemain senetron dari tahun 1991, beliau telah memainkan senetron yang berjudul Syukur Allah, Hanya Dengan Bismillah, Sudah Di Halalkan Apel Itu, dan juga banyak film yang sudah beliau tayangkan. Bulan yang akan datang, beliau juga mengatakan kepada santri Baitul Arqam, yaitu Jarnida, bahwa bulan 5 (lima) ini juga ditayangkan film yang berjudul Diandra. Diandra adalah nama orang yang akan di mainkan, dan juga akan ditayangkan pada bulan lima.
Aisyah Jami’an, beliau adalah seorang yang tidak mau menyerah, dan terus-menerus berusaha untuk menggapai cita-citanya. Pada tahun 2001, beliau pergi ke Malaysia, untuk melanjutkan sekolahnya. Beliau bercerita tentang pengalamannya di Malaysia, kepada santri Baitul Arqam. Bahwa di Malaysia, ia tidak mempunyai saudara, teman dan lain sebagainya. Tetapi beliau terus berdoa kepada Tuhan, agar ia dipertemukan dengan hamba-hamba yang berbaik hati kepadanya.
Aisyah Jami’an adalah seorang wanita yang berasal dari Aceh, yang lahir di. Reubee( Aceh Pidie). Jenjang sekolah beliau adalah, MIN,MTSn, MAN, IAIN Araniri, yang ada di Banda Aceh, dan menyambung sekolah ke PhD Malaysia. Beliau pergi ke Indonesia ingin melihat kampung halamannya, negaranya, yang kini sudah sangat lama ia meninggalkan negaranya, selama 13 tahun lamanya. Kini beliau engatakan bahwa, sangat banyak perubahan yang di alami kota Banda Aceh, sangat banyak perubahannya.
Umi Jainab HJ. Othman mengatakan, sangat senang bertememu dengan santri Baitul Arqam , dan bersilaturahmi dengan santri Baitul Arqam, juga ia sangat senang sudah mengunjungi Negara Inonesia, terutama Aceh. Beliau juga berharap, agar santri Baitul Arqam, yang tidak mempunyai ibu dan ayah, agar selalu bersemangat. Dan jangan melihat  ke samping, dan beliau berpesan berbanyaklah belajar, menjadi wanita yang salihah, dan mencapai cita-cita yang sudah kita impiankan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar