Entri Populer


widgets

Rabu, 08 Mei 2013

Surat Untuk Ibuku




Bagaimana pun jauhnya seorang ibu dan seorang anaknya, pasti ia saling mengiat, menyayangi, dan lain sebagainya. Begitu juga degnan diriku. Sudah enam tahun yang lalu aku meninggalkan Ibuku untuk pergi merantau mencari ilmu dunia dan akhirat. Sudah sangat lama jauh dari sang Ibuku ingin lagi merasakan bagaimana hangatnya pelukannya. Karena pelukan yang paling hangat adalah pelukan Ibu bagi diriku. Bagitu juga dengan teman-teman sekalian.
            Bagiku Ibu adalah tempat mengadu segala hal, baik dikala senang, danda, sedih dan lain sebagainya. Siang matahari sangat lah terik, rasanya tubu ku seperti kebakar, dan sangat dekat dengan api unggun. Padahal hal itu hanya perasaanku saja. Saat tiba, kuambil pena, dan kuambil buku untuk menulis surat untuk ibu ku yang sangat jauh dari hidupku. Sempat berpikir….
            Selama enam tahun lamanya aku meninggalkan ibu di kampung halaman, tidak pernah sekali pun kukirim surat atau pun hadiah lainnya untuk Ibuku. Tidak seperti teman-temanku yang selalu saja mengirimkan sesuatu untuk ibunya, dan hadiah untuk ibunya. Begitu pula sebaliknya. Ibu teaman-temanku selalu saja mengirimkan sesuatu kepada anaknya,dan sepucuk surat untuk anaknya. 
            Kini ada niatku untuk mengirimkan sepucuk surat, dan sesuatu  yang dulunya sangat diinginkan oleh Ibuku. Langsung saja kuambilkan pena dan buku ayng sudah kusiapkan sejak dari tadi sebelumnya. Kubuka buku, dan kuratap foto ibuku, bagaiman keadaannya sekarang? “Aduh, mendingan aku langsung menulis saja surat untuk Ibuku”, pikirku sejenak.
            Asalammualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh
Salam rindu buat Ibuku
Ibu, ini aku anakmu Nida, sekian lama kini telah kita berpisah Ibuku. Maafkan jika baru kali ini anakmu mengirimkan surat untukmu. Ibu, aku  sangat merindukanmu. Aku sangat khawatir dangan keadaanmu. Aku berharap agar kamu baik-baik saja, Ibu sekiranya ibu tidak susah payah untuk memikirkan keadaanku saat ini. Karena aku sangat tahu bagaimana jika anakmu pergi jahuh dari hidupmu.
Aku Nida selalu berdo’a Bu, agar kamu selalu terjaga, sehat selalu, panjang umurmu, da lain sebagainya. Ibu pengalamanku di sini dangat banyak. Biar pun anakmu ini tidak pandai, guru-guruku di sini sangat menyayangiku. O, iya bu, apakah kamu masih meningat apa yang kamu inginkan sejak dulu, yang tidak pernah tercapai? Kurasa kamu masih mengingat apa yang kamu inginkan itu. Sesuatu yang sangat kamu impiankan.
O, iya Ibu, ada berita yang sangat mengagumkan, aku mendapat biaya siswa untuk melanjutkan kuliah di sini. Insya Allah, tahun ini aku akan pulang ke kampung halaman, dan menemanimu selama dua bulan. Terima kasih Ibu, berkat do’amu untukku, dan kasih sayang yang tak pernah hilang untukku. Jangan lupa ya bu, untuk membuka hadiah yang kuberikan padamu. Aku sangat mencintaimu Bu, sampai kapan pun. Jangan melihat dari segi dan cantiknya hadiah yang kuberikan. Disetiap shalatku aku akan selalu berdo’a kepada Sang Ilahi, agar kita selalu dijaga, dan ditetapkan disisinya. Amin.
Demikian surat dari anakmu Nida,. Love you forever.
Asalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Karena malam yang sudah sangat larut, kubungkus hadiah untuk Ibuku, dan memberinya sedikit uang yang telah aku kumpulkan sejak lama. Lalu kuambil selimut, dan tidur dengan sangat pulas. Hanya menunggu pagi yang sangat cerah untuk pergi ke loket dan mengirimkan surat untuk Ibuku. Dengan penuh hati yang sangat girang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar